Menulis Cerita Anak: 8 Elemen untuk Dipertimbangkan

Menulis Cerita Anak: 8 Elemen untuk Dipertimbangkan
October 10, 2018 No Comments Agen bola,Agen sbobet,daftar poker,idn poker,Judi bola,judi online,poker online,Situs judi bola,Situs judi online,Uncategorized admin

Saat menulis cerita anak yang menghibur jelas lebih banyak seni daripada sains, cerita anak yang paling sukses memperhatikan 8 elemen berikut.

# 1: Tema

Kisah anak yang baik memiliki tema yang mendasar. Tema yang mendasari “Peter and the Wolf,” misalnya, adalah “jangan berbohong” atau “jujur.” Tema yang mendasari “The Sneetches” oleh Dr. Seuss adalah “jangan rasis” atau “semua (Sneetches) diciptakan sama.” Sebuah tema bisa menjadi moral dari cerita, atau wawasan atau sudut pandang yang disampaikan oleh ceritanya. Tema umum adalah keberanian, cinta, ketekunan, persahabatan, dll.

Sebagai tema yang mendasarinya, tema biasanya muncul secara halus saat ceritanya terungkap. Pernyataan langsung tentang tema biasanya muncul sebagai khotbah dan tidak menarik. Ingat apa yang dikatakan oleh guru bahasa Inggris SMA Anda: “tunjukkan, jangan bilang!”

Juga, pertahankan tema Anda positif dan konstruktif. Cerita Anda mungkin sedih, tetapi pastikan itu tidak negatif, sinis atau menyedihkan!

# 2: Plot dan Pace

Plot adalah apa yang terjadi dalam sebuah cerita. Kecepatan adalah kecepatan perkembangan cerita.

Secara umum, kejadian kronologis sederhana yang berlangsung sangat cocok untuk buku cerita (tidak ada flashback atau rumit yang melompat-lompat pada waktunya).

Plot biasanya berkisar pada masalah atau konflik dominan yang harus diselesaikan tokoh utama. Masalah atau konflik mungkin dengan karakter lain, dengan keadaan atau bahkan internal karakter utama (misalnya mengatasi ketakutan mereka sendiri).

Plot biasanya berlangsung melalui fase: awal dari konflik, keberhasilan awal atau kesulitan, kesulitan atau pembalikan lebih lanjut, resolusi akhir atau kemenangan, dan hasil. Ketika cerita berkembang melalui fase-fase ini, konflik menjadi lebih intens dan meningkatkan ketegangan dramatis, sampai akhirnya cerita klimaks dan konflik diselesaikan.

Untuk sebagian besar, karakter utama berhasil atau gagal melalui usahanya sendiri. Bahkan, melalui proses inilah karakter itu belajar atau tumbuh, dan pelajaran atau pertumbuhan ini biasanya menyampaikan tema.

TIP: Buat tata letak thumbnail / mockup teks Anda. Dengan cara ini Anda akan dapat lebih baik menilai bagaimana cerita Anda terungkap dan tempo yang optimal.

Mundur yang tepat dari cerita Anda sangat penting. Terlalu lambat dan pembaca / pendengar akan kehilangan minat, terlalu cepat dan mereka tidak akan punya waktu untuk bersemangat atau mereka akan kehilangan detail penting.

Kecepatan dalam buku cerita harus cukup cepat tanpa “terburu-buru.” Hindari perkenalan atau deskripsi jangka panjang dari pengaturan. Mulailah segera aksi dari awal dan segera bawa cerita ke akhir.

Bahkan lebih dari orang dewasa, anak-anak menghargai tindakan. Jadi, pertahankan kecepatan cerita Anda cukup cepat dengan menggunakan aksi dan acara yang berlangsung. Jangan terjebak dalam deskripsi atau refleksi yang panjang. Sekali lagi, “tunjukkan, jangan bilang!”

# 3: Suara Naratif dan Sudut Pandang

Suara naratif adalah sudut pandang dari mana cerita itu diceritakan. Sebagian besar cerita diceritakan dalam “orang pertama” (dari perspektif “Saya”, “Saya melakukan ini”) atau “orang ketiga” (dari perspektif “Mereka”, “Mereka melakukan itu”). Jika Anda memilih untuk menulis dari sudut pandang orang pertama, Anda harus memutuskan karakter mana yang merupakan narator. Sudut pandang mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda mematuhinya. Melompat dari satu sudut pandang ke titik lain bisa sangat membingungkan.

TIP: Pelajari buku cerita yang mirip dengan Anda atau buku-buku penerbit yang Anda targetkan untuk melihat suara narasi apa yang mereka gunakan.

# 4: Karakter

Menciptakan karakter yang menarik sama pentingnya dengan mengembangkan plot yang solid. Semakin banyak pembaca dapat berhubungan dengan karakter Anda, semakin mereka menyukai buku cerita Anda.

Jadi, bagaimana Anda membuat karakter Anda menjadi hidup? Seperti orang sungguhan, karakter menjadi hidup ketika mereka memiliki karakteristik nyata: ciri kepribadian, kebiasaan, sifat fisik, tingkah laku, cara bicara tertentu, ketakutan, kegembiraan, motivasi, dll. Jika Anda harus menggambarkan diri Anda atau sahabat Anda dalam beberapa kata, apa yang akan menjadi karakteristik yang menonjol? Cobalah untuk mengidentifikasi satu karakter utama dan beberapa karakter minor untuk setiap karakter. Tulis profil singkat jika itu membantu.

TIP: Selain menggambarkannya, Anda juga dapat mengungkapkan karakteristik karakter Anda dengan menunjukkan bagaimana mereka menanggapi situasi, atau melalui cara mereka berbicara.

Poin penting adalah konsisten. Karakter harus “jujur ​​pada karakter” agar dapat dipercaya dan mendapatkan penerimaan pembaca.

# 5: Pengaturan

Atur cerita Anda di tempat dan waktu yang akan menarik dan / atau akrab.

# 6: Gaya dan Nada

Ingat pemirsa utama Anda: anak-anak. Tulis sesuai, menggunakan (kebanyakan) kata-kata pendek, kalimat pendek dan paragraf pendek. Menulis secara sederhana dan langsung sehingga Anda tidak kehilangan pembaca Anda (juga, jangan lupa bahwa banyak anak hanya akan mendengarkan cerita Anda seperti yang dibacakan untuk mereka; itu harus mudah untuk didengarkan dan dipahami seperti cerita telah sepanjang waktu).

TIP: Sebelum kata-kata tertulis, cerita ditularkan secara lisan. Cerita yang bagus masih harus “terdengar” bagus. Jadi, cobalah baca cerita Anda dengan keras. Apakah itu mengalir secara alami dan menangkap perhatian pendengar? Adakah peluang untuk menggunakan suara Anda (nada, kekerasan, dll.) Untuk membuat pendengar merasa seperti ada di sana dengan karakter?

Gunakan tanda kutip langsung (mis. “'Langsung!” Katanya. “) Bukan kutipan tidak langsung (misalnya” Dia menyuruhnya untuk melompat. “

Apa nada dari cerita Anda? Apakah ini cerita yang epik? Cerita lucu dan aneh? Kisah petualangan? Kisah yang menakutkan?

Buatlah tulisan Anda sesuai dengan suasana atau nada yang ingin Anda ciptakan.

# 7: Dialog

Baca dialog Anda dengan keras untuk memastikan bahwa itu tidak terdengar kaku atau tidak alami. Apakah karakter Anda berbicara seperti yang orang harapkan darinya?

# 8: Bukaan dan Penutupan

Anda perlu menghubungkan pembaca Anda dari awal, jadi mulailah cerita Anda dengan “bang!”. Anda ingin orang-orang selesai membaca cerita anak Anda merasa puas jadi pastikan bahwa konflik atau masalah utama terselesaikan, bahkan jika cerita tidak memiliki akhir yang “bahagia”.

© 2005 Paul Arinaga. Seluruh hak cipta.

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *